Selamat Datang di Blog Musliadi - SMK Negeri 3 Tanjungpinang

Senin, 21 Oktober 2013

Sampah Bukan Hanya Sampah

Matahari terik di siang hari, rasanya membeli sebungkus es krim tentu saja akan terasa menyegarkan tenggorokan, setelah puas dengan es krimnya tentu saja kita membuang pembungkusnya. Lalu, disebut apakah sisa pembungkus es krim tadi?. Masih bergunakah?. Seberapa penting orang menanganinya?. Bagaimana seharusnya kira menyikapinya?. Pernahkah pertanyaan – pertanyaan itu terlintas di benak anda?.
Sampah. Saat mendengar kata tersebut sebagian besar orang masih ada yang beranggapan bahwa sampah merupakan benda yang tidak memiliki nilai guna dan jual karena barang bekas pakai. Jika masih ada orang yang berpikir itu, orang tersebut bisa dikatakan berpikiran cukup primitive. Mengapa demikian? Semakin hari sampah dimanapun semakin menumpuk sehingga membuat kedudukan permasalah sampah menjadi penting di mata masyarakat.
Masyarakat yang perduli akan lingkungannya semakin memperhatikan keberlangsungan sampah yang baik mereka timbulkan ataupun tidak. Semakin hari masyarakat semakin pandai akan pengetahuan tentang sampah. Sampah bukan sekedar sampah saja. Sampah memiliki pembagiannya masing – masing. Ada 6 sampah dibedakan berdasarkan sumber, yaitu sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, sampah nuklir, sampah industri, dan sampah pertambangan. Ada juga pembagian sampah berdasarkan bentuknya, yaitu sampah padat dan sampah cair, dan yang terakhir pembagian sampah berdasarkan sifatnya, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Apakah telinga anda sudah pernah mendengar sampah organik dan anorganik?. Sampah organik adalah sampah yang membusuk dan dengan mudah diuraikan dengan proses alami seperti sisa makanan, daun – daun kering, sayur – sayuran, sisa tepung yang nantinya bisa diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, terkadang bisa disebut sukar karena untuk sampah anorganik ini membutuhkan waktu hingga puluhan tahun agar sampah anorganik bisa terurai seperti sampah organik. Contoh dari sampah anorganik sepeti berbagai bentuk jenis plastik, kertas, kayu, kaleng dan sebagainya.
Nah yang biasanya menjadi permasalah kita adalah sampah anorganik. Sampah yang jumlahnya lebih banyak daripada sampah organik. Sampah yang sulit terurai dalam jangka waktu pendek. Sampah yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan jika dibiarkan begitu saja. Sehingga disediakan tempat pembungan sampah (TPS).
TPS adalah tempat penimbunan sampah yang disediakan di satu daerah tertentu, di tanah yang ditinggalkan. Namun dengan adanya TPS bukan berarti masalah kita akan sampah slesai begitu saja. Sampah yang menggunung di tempat penimbunan itu dam akan terus menggunung setiap harinya, ini akan mengakibatkan berbagai macam masalah. Salah satu masalahnya seperti akan timbulnya gas methan dan karbon dioksida dari dalam sampah yang menumpuk. Kedua gas sangat berbahaya, sewaktu – waktu gas itu bisa menimbulkan ledakan, seperti yang pernah terjadi di Bandung yang juga mengakibatkan longsor gunung sampah.
Di Indonesia sendiri sampah dapat kita temui dimanapun kita berada, dengan kata lain bahwa masyarakatnya masih banyak yang tidak perduli dengan sampah. Pengolahan sampah sangat kita perlu lakukan dengan berbagai tujuan seperti sampah bisa bernilai ekonomis dan menghindari sampah berubah menjadi material yang berbahaya untuk lingkungan sekitar.
Baik sampah organik maupun anorganik harus dikelola dengan baik. Untuk sampah organik kita bisa mengolahnya dengan proses biologis menjadi kompos, seperti sisa makanan, daun – daun kering, sayur – sayuran, sisa tepung dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan. Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk. Cara seperti ini sudah banyak kita temui di beberapa daerah dan menjadikannya barang jual dengan nilai ekonomis yang lumayan. Biasanya agar memudahkan kita mengumpulkan sampah organik, mereka menyediakan tong sampah yang terpisah antara sampah organik dan anorganik.
Cara pengolahan sampah anorganik bisa dengan mengubahkan menjadi berbagai jenis kerajinan tangan yang terbuat dari botol minuman, bungkus kopi, mie dan lain – lain. Sampah – sampah itu akan berubah menjadi tas, dompet, keranjang belanja dan sebagainya. Sekarang ini banyak tempat yang membuat kreasi dari sampah dan menjadikannya sebagai usaha. Ibu – ibu banyak yang terlibat dalam pengolahan sampah anorganik seperti ini. Selain untuk menambah keahlian, juga bernilai ekonomi.
Lalu, apakah hanya itu saja sampah yang harus kita olah?. Tentu saja tidak. Pernahkah anda mendengar kata Biogas?. Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan – bahan organik. Bahan organik disini yang dimaksud seperti feses (kotoran) manusia, feses hewan dan sampah hijau. Namun demikian, kotoran hewan lebih sering dipilih karena ketersediaannya yang melimpah, memiliki keseimbangan nutrisi, mudah dicerna dan relatif dapat diproses secara biologi. Pernahkah anda berpikir untuk mengolahnya?. Jangan pernah anggap enteng kotoran – kotoran itu karena ternyata kegunaannya lebih besar dibandingkan dengan kompos dan kreasi dari sampah anorganik.
Indonesia yang sering menghadapi harga minyak dunia naik turun tentu saja membuat warga negaranya terkadang kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak. Biogas merupakan peluang besar untuk menghasilkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan bahan bakar fosil.
Pada intinya, harga bahan bakar minyak yang semakin meningkat dan ketersediaannya yang semakin menipis serta permasalahan emisi gas rumah kaca merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat global. Upaya pencarian akan bahan bakar yang lebih ramah terhadap lingkungan dan dapat diperbaharui merupakan solusi dari permasalahan energi tersebut. Untuk itu Indonesia yang memiliki potensi luas wilayah yang begitu besar, diharapkan untuk segera mengaplikasi bahan bakar fosil yang keberadaannya sehingga berkurang. Nah, anda sekarang anda tahukan pentingnya mengolah sampah – sampah yang ada disekitar kita.
Sampah yang dikelola dengan baik pasti memiliki manfaat tersendiri seperti hematnya sumber daya alam, TPS yang digunakanpun tidak melebar, hemat energi, berkurangnya pencemaran lingkungan, dan juga keindangan juga keasrian lingkungan semakin terjaga tak lupa rasa nyaman, bersih dan sehat akan semakin terasa.
Namun jika sampah tidak dikelola dengan baik justru akan banyak menimbulkan banyak permasalahan, seperti sumber penyakit yang terjadi di daerah – daerah kumuh, menyebabkan banjir yang sudah menjadi tamu setia disaat hujan datang, pencemaran lingkungan yang mengurangi keindahan pandangan, dan juga longsor sampah.
Kesadaran masyarakat akan berbahaya dan manfaatnya sampah harus semakin disiarkan. Meski beberapa sudah ada yang perduli dengan sampah, tapi akan tidak berguna jika masih juga yang banyak membuang sampah sembarangan. Pemerintah juga harus terus menyuarakan lingkungan bebas sampah seperti halnya dengan Negara tetangga kita, yaitu Singapura. Semakin indah dan asri lingkungan, maka orang – orang akan semakin nyaman berada di Indonesia. Teruslah kita jaga lingkungan sekitar kita.