Selamat Datang di Blog Musliadi - SMK Negeri 3 Tanjungpinang

Senin, 21 Oktober 2013

Mesin pengolah sampah plastik


 
 
ecogren adalah alat utk mengolah sampah pelastik jadi BBM sekelas premium solar dan minyaktanah pertamina.
desain dan pengoprasian yg sederhana membuat ecogreen sangat diminati. sampah pelastik yg dapat diolah meliputi hampir semua jenis sampah pelastik seperti kantong kresek,gelas/botol air mineral,serefoam,bungkus chiki,bungkus mie dll. dalam beberapa type ecogreen efektip mengolah sampah kresek (asoy) dan menurut setudi lapangan sampah yg dominan adalah sampah pelastik jenis kantong kresek (asoy) seperti kita ketahui sampah plastik banyak yg nilai ekonomisnya tinggi seperti gelas/botol air mineral, plastik lembaran pp/pe tetapi banyak yg tidak bernilai ekonomis seperti kantong kresek (asoy) makanya pemulung jarang mengambil utk dijual kembali atau diolah.
minyak yg dapat dihasilkan dari kantong kresek adalah solar 50%,minyak tanah 30%,bensin 15% dan residu berbentuk jelaga yg tertinggal di tabung reaktor 5%.
untuk jenis:
minyak tanah dapat langsung digunakan pada kompor sumbu atau kompor tekanan.
solar dapat digunakan langsung tetapi menurut seorang profesor dari UGM beliau menyatakan alangkah baiknya solar dari pelastik dicampur dg solar pertamina agar supaya karakteristik mesin tidak berubah.
uap sisa pembakaran tidak mengandung gas berbahaya seperti co2,nox,sox dll seperti banyak dilansir oleh pakar lingkungan,
pemanas yg digunakan pada ecogreen menggunakan gas elpiji tetapi dapat dimodifikasi menggunakan minyak hasil dari alat tersebut atau kayu bakar.
contoh proses ecogreen kap 3kg:
sampah kantong kresek cacah (asoy) seberat 3kg diolah menghasilkan 2,5L BBM, waktu yg dibutuhkan 1,5 jam, gas elpiji yg digunakan sekitar 20% dari isi tabung kapasitas 3kg (berdasarkan peraktek :tabung gas elpiji 3kg kalo digunakan utk menyalakan kompor pada ecogreen tahan antara 8 s/d 10 jam) 

Sampah Bukan Hanya Sampah

Matahari terik di siang hari, rasanya membeli sebungkus es krim tentu saja akan terasa menyegarkan tenggorokan, setelah puas dengan es krimnya tentu saja kita membuang pembungkusnya. Lalu, disebut apakah sisa pembungkus es krim tadi?. Masih bergunakah?. Seberapa penting orang menanganinya?. Bagaimana seharusnya kira menyikapinya?. Pernahkah pertanyaan – pertanyaan itu terlintas di benak anda?.
Sampah. Saat mendengar kata tersebut sebagian besar orang masih ada yang beranggapan bahwa sampah merupakan benda yang tidak memiliki nilai guna dan jual karena barang bekas pakai. Jika masih ada orang yang berpikir itu, orang tersebut bisa dikatakan berpikiran cukup primitive. Mengapa demikian? Semakin hari sampah dimanapun semakin menumpuk sehingga membuat kedudukan permasalah sampah menjadi penting di mata masyarakat.
Masyarakat yang perduli akan lingkungannya semakin memperhatikan keberlangsungan sampah yang baik mereka timbulkan ataupun tidak. Semakin hari masyarakat semakin pandai akan pengetahuan tentang sampah. Sampah bukan sekedar sampah saja. Sampah memiliki pembagiannya masing – masing. Ada 6 sampah dibedakan berdasarkan sumber, yaitu sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, sampah nuklir, sampah industri, dan sampah pertambangan. Ada juga pembagian sampah berdasarkan bentuknya, yaitu sampah padat dan sampah cair, dan yang terakhir pembagian sampah berdasarkan sifatnya, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Apakah telinga anda sudah pernah mendengar sampah organik dan anorganik?. Sampah organik adalah sampah yang membusuk dan dengan mudah diuraikan dengan proses alami seperti sisa makanan, daun – daun kering, sayur – sayuran, sisa tepung yang nantinya bisa diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, terkadang bisa disebut sukar karena untuk sampah anorganik ini membutuhkan waktu hingga puluhan tahun agar sampah anorganik bisa terurai seperti sampah organik. Contoh dari sampah anorganik sepeti berbagai bentuk jenis plastik, kertas, kayu, kaleng dan sebagainya.
Nah yang biasanya menjadi permasalah kita adalah sampah anorganik. Sampah yang jumlahnya lebih banyak daripada sampah organik. Sampah yang sulit terurai dalam jangka waktu pendek. Sampah yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan jika dibiarkan begitu saja. Sehingga disediakan tempat pembungan sampah (TPS).
TPS adalah tempat penimbunan sampah yang disediakan di satu daerah tertentu, di tanah yang ditinggalkan. Namun dengan adanya TPS bukan berarti masalah kita akan sampah slesai begitu saja. Sampah yang menggunung di tempat penimbunan itu dam akan terus menggunung setiap harinya, ini akan mengakibatkan berbagai macam masalah. Salah satu masalahnya seperti akan timbulnya gas methan dan karbon dioksida dari dalam sampah yang menumpuk. Kedua gas sangat berbahaya, sewaktu – waktu gas itu bisa menimbulkan ledakan, seperti yang pernah terjadi di Bandung yang juga mengakibatkan longsor gunung sampah.
Di Indonesia sendiri sampah dapat kita temui dimanapun kita berada, dengan kata lain bahwa masyarakatnya masih banyak yang tidak perduli dengan sampah. Pengolahan sampah sangat kita perlu lakukan dengan berbagai tujuan seperti sampah bisa bernilai ekonomis dan menghindari sampah berubah menjadi material yang berbahaya untuk lingkungan sekitar.
Baik sampah organik maupun anorganik harus dikelola dengan baik. Untuk sampah organik kita bisa mengolahnya dengan proses biologis menjadi kompos, seperti sisa makanan, daun – daun kering, sayur – sayuran, sisa tepung dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan. Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk. Cara seperti ini sudah banyak kita temui di beberapa daerah dan menjadikannya barang jual dengan nilai ekonomis yang lumayan. Biasanya agar memudahkan kita mengumpulkan sampah organik, mereka menyediakan tong sampah yang terpisah antara sampah organik dan anorganik.
Cara pengolahan sampah anorganik bisa dengan mengubahkan menjadi berbagai jenis kerajinan tangan yang terbuat dari botol minuman, bungkus kopi, mie dan lain – lain. Sampah – sampah itu akan berubah menjadi tas, dompet, keranjang belanja dan sebagainya. Sekarang ini banyak tempat yang membuat kreasi dari sampah dan menjadikannya sebagai usaha. Ibu – ibu banyak yang terlibat dalam pengolahan sampah anorganik seperti ini. Selain untuk menambah keahlian, juga bernilai ekonomi.
Lalu, apakah hanya itu saja sampah yang harus kita olah?. Tentu saja tidak. Pernahkah anda mendengar kata Biogas?. Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan – bahan organik. Bahan organik disini yang dimaksud seperti feses (kotoran) manusia, feses hewan dan sampah hijau. Namun demikian, kotoran hewan lebih sering dipilih karena ketersediaannya yang melimpah, memiliki keseimbangan nutrisi, mudah dicerna dan relatif dapat diproses secara biologi. Pernahkah anda berpikir untuk mengolahnya?. Jangan pernah anggap enteng kotoran – kotoran itu karena ternyata kegunaannya lebih besar dibandingkan dengan kompos dan kreasi dari sampah anorganik.
Indonesia yang sering menghadapi harga minyak dunia naik turun tentu saja membuat warga negaranya terkadang kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak. Biogas merupakan peluang besar untuk menghasilkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan bahan bakar fosil.
Pada intinya, harga bahan bakar minyak yang semakin meningkat dan ketersediaannya yang semakin menipis serta permasalahan emisi gas rumah kaca merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat global. Upaya pencarian akan bahan bakar yang lebih ramah terhadap lingkungan dan dapat diperbaharui merupakan solusi dari permasalahan energi tersebut. Untuk itu Indonesia yang memiliki potensi luas wilayah yang begitu besar, diharapkan untuk segera mengaplikasi bahan bakar fosil yang keberadaannya sehingga berkurang. Nah, anda sekarang anda tahukan pentingnya mengolah sampah – sampah yang ada disekitar kita.
Sampah yang dikelola dengan baik pasti memiliki manfaat tersendiri seperti hematnya sumber daya alam, TPS yang digunakanpun tidak melebar, hemat energi, berkurangnya pencemaran lingkungan, dan juga keindangan juga keasrian lingkungan semakin terjaga tak lupa rasa nyaman, bersih dan sehat akan semakin terasa.
Namun jika sampah tidak dikelola dengan baik justru akan banyak menimbulkan banyak permasalahan, seperti sumber penyakit yang terjadi di daerah – daerah kumuh, menyebabkan banjir yang sudah menjadi tamu setia disaat hujan datang, pencemaran lingkungan yang mengurangi keindahan pandangan, dan juga longsor sampah.
Kesadaran masyarakat akan berbahaya dan manfaatnya sampah harus semakin disiarkan. Meski beberapa sudah ada yang perduli dengan sampah, tapi akan tidak berguna jika masih juga yang banyak membuang sampah sembarangan. Pemerintah juga harus terus menyuarakan lingkungan bebas sampah seperti halnya dengan Negara tetangga kita, yaitu Singapura. Semakin indah dan asri lingkungan, maka orang – orang akan semakin nyaman berada di Indonesia. Teruslah kita jaga lingkungan sekitar kita.

Membuang Sampah Sembarangan Sama Dengan Menebar Bencana




Lemah Wungkuk – Ungkapan itulah yang dilontarkan oleh Walikota Cirebon Drs. H.A no sutrisno MM. pada saat kunjungan ke Kelurahan Panjunan RW. 01 dan RW.10 Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon  dalam rangka kegiatan rutin di hari Jumat yaitu Sapa Warga.( 06/09)
sapa7Dalam kunjungannya Walikota meninjau beberapa lokasi saluran air yang banyak di gunakan oleh warga sebagai tempat pembuangan sampah. Didampingi oleh beberapa Kepala Dinas seperti : Kepala Dinas PUPESDM, Kepala Dinas Pendidikan, Dirut PDAM Kota Cirebon, Kapolsek Selatan Timur. Walikota meminta  kepada Dinas PUPESDM untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk melakukan bersih sungai yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 September 2013 bertepatan dengan kunjungan Menteri PU ke Kota Cirebon.
sapa10Dalam  pertemuan dengan warga, Walikota selalu mencoba untuk meringankan beban masyarakat salah satunya untuk kegiatan sapa warga kali ini  Pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan Samsat Provinsi Jawa Barat mendatangi langsung kepada masyarakat yang akan membayar pajak kendaraan dengan mobil operasional yang telah disiapkan dilokasi sapa warga tersebut, serta penyerahan Akta lahir, Kartu Keluarga, dan Kartu Tanda Penduduk Kepada Masyarakat.
Acara Tanya jawab kepada masyarakat pesisir RW.10 Kelurahan Panjunan  Kecamatan Lemahwungkuk banyak direspon oleh masyarakat salah satunya adalah berkaitan dengan air PDAM yang alirannya dirasakan kurang bagus oleh masyarakat padahal masyarakat sangat membutuhkan. Keluhan masyarakat tersebut langsung direspon oleh Dirut PDAM Kota Cirebon, Sopyan Satari SE MM menjelaskan, daerah pantai dan pesisir, termasuk kawasan terjauh dan terpadat, sehingga menjadi satu konsekuensi jika daerah itu tidak mendapatkan pasokan air sesuai harapan. Terkait masalah itu, saat ini belum ada solusi terdekat, kecuali mereka memiliki bak penampung air untuk kebutuhan sehari-hari. Jika tidak, ujarnya, air akan sulit mengalir di jam sibuk dan jam tertentu.
Berkaitan dengan saluran yang ditumpuki oleh sampah, Ketua RW 10 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kadiro mengatakan bahwa sampah tersebut juga kiriman dari daerah lain seperti dari Pasar Pagi dan Kali sukalila dan mengalir ke hulu sungai yang kebetulan hulu sungai berada di daerah tersebut.
Harapan walikota Cirebon Drs H Ano sutrisno MM kepada masyarakat agar adanya kesadaran dalam menjaga kebersihan dilingkungannya karena”MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN  SAMA DENGAN  MENEBAR BENCANAdan yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu marilah mulai dari sekarang kita harus merubah pola pikir kita dalam menciptakan kebersihan dilingkungan kita, ungkapnya. (06/09) Puguh

Pengertian Sampah

sampah 150x150 Pengertian Sampah

sampah
Bahar (1985), sampah adalah buangan berupa bahan padat merupakan polutan umum yang menyebabkan turunnya nilai estetika lingkungan, menurunnya nilai sumber daya, membawa berbagai jenis penyakit, menyumbat saluran air, menimbulkan polusi dan berbagai akibat negatif lainnya. Azwar (1990) menyatakan bahwa sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak disenangi, tidak terpakai atau sesuatu yang dibuang, pada umumnya berasal dari kegiatan manusia dan bersifat padat. Kodoatie (2003), menyebutkan bahwa sampah adalah limbah atau buangan yang bersifat padat atau setengah padat yang merupakan hasil sampingan dari kegiatan perkotaan atau siklus kehidupan manusia, hewan bahkan tumbuh-tumbuhan. Menurut Mustofa (2005), sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga dalam pembikinan atau pemakaian, barang bercacat atau rusak dalam pembikinan atau materi berkelebihan.
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor T-13-1990, yang dimaksud dengan sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi bangunan. Sampah perkotaan merupakan sampah yang timbul di kota dan tidak termasuk sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Berdasarkan pengertian dan definisi tentang sampah seperti yang dikemukakan di atas dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan sampah adalah benda atau sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai atau sesuatu yang harus dibuang, dan umumnya bersifat padat yang dapat mencemari lingkungan dan tidak/belum bersifat ekonomis, yang bersifat zat organik dan zat anorganik (tidak termasuk limbah berbahaya dan beracun) yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan.




















Sampah Organik Dan Non Organik

Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik

















Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik – Kesempatan kali ini saya akan memberikan Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik.Banyak yang sudah mengetahui dan sering mengatakan sebuah kata yaitu Sampah.Namun,banyak yang masih belum mengerti mengenai perbedaan  Dan Non Organik ini.Oleh karena itu,saya akan memberikan sedikit artikel sederhana mengenai Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik.
Sebelum kita melihat lebih jauh mengenai Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik ini,ada baiknya kita membahas satu persatu mulai dari  hingga melihat apa sebenarnya Pengertian  dan Pengertian Sampah Non Organik ini.Karena banyak yang belum mengerti apa itu semua.
Mari kita lihat mengenai Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik.

Pengertian Sampah

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan.

Pengertian Sampah Organik

Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

Pengertian Sampah Non Organik

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
Sekian informasi sederhana saya mengenai apa itu Pengertian Sampah,Pengertian Sampah Organik Dan Pengertian Sampah Non Organik.Semoga dengan adanya sebuah artikel sederhana ini,teman – teman semua dapat mengetahui mengenai Pengertian Sampah Organik Dan Non Organik.